Saturday, October 16, 2010

Baca Arti dan Makna Mimpi Ngeseks Anda !

Inilah Makna Mimpi Seksual Anda - Mimpi tidak hanya sekedar buah tidur. Mimpi bisa menjadi petunjuk yang menandakan kondisi seseorang, termasuk mimpi tentang seks.

Penelitian seputar mimpi yang berhubungan dengan seks berikut ini, menjelaskan makna dari pengalaman di alam bawah sadar. Berikut ini makna-makna mimpi tentangs seks



Mimpi Berhubungan Seks Dengan Orang dari masa lalu
Memimpikan seseorang dari masa lalu? Hal ini menunjukkan bahwa hubungan yang dijalani saat ini memberikan kilas balik emosional pada hubungan sebelumnya, atau lebih sederhananya, hubungan yang dijalani saat ini mirip dengan hubungan masa lalu.

Hal ini merupakan memori cinta yang kembali melintas saat Anda mulai dekat dengan seseorang. Jika memori tersebut buruk, ada kemungkinan Anda akan mengalami hal yang sama dengan masa lalu. Namun jika memori tersebut indah, mengapa tidak mencoba untuk memastikannya?

Mimpi Berhubungan Seks Dengan Rekan kerja atau teman

Pernah bermimpi bermesraan dengan orang dekat yang tidak pernah terlintas dalam pikiran untuk bersamanya? Jangan khawatir, mimpi seperti itu menandakan bahwa Anda merasa nyaman bekerja atau menjalin hubungan yang baik dengan orang tersebut secara profesional, bukan seksual.

Mimpi Diintai oleh seseorang

Jika mengalami mimpi buruk seperti ini, maka mimpi tersebut berusaha merefleksikan kekhawatiran dari orang yang membuat Anda merasa dihantui. Tetap buka mata dan tetaplah waspada.

Mimpi Berhubungan Seks Dengan Selebritis

Mimpi bercinta dengan seorang selebriti merupakan sebuah mimpi indah bukan? Mimpi seperti ini menandakan bahwa Anda memiliki kemampuan atau keunikan yang membuat selebriti tersebut sukai.

Mimpi Berhubungan Seks Kemudian Datang Orang Lain Menyela Hubunngan Seks Anda
Anda sedang bercinta dengan pasangan dalam mimpi, namun kemudian ditengah-tengah permainan, ada seseorang yang datang dan merusak kenikmatan. Jika mengalami mimpi seperti itu, berarti waktu untuk privasi sering terganggu, baik oleh pekerjaan, keluarga atau bahkan lingkungan. Berliburlah sejenak dan nikmati masa kebebasan Anda dengan melakukan hal-hal yang disukai.

Mimpi Tidak ada tempat untuk berhubungan seks
Anda dan pasangan berniat melakukan quickie, namun tidak menemukan tempat yang bisa mengakomodir keinginan tersebut. Jika Anda mengalami mimpi seperti itu, maka saat ini Anda sedang sulit mencari waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seksual dan mulai membuat Anda frustasi.



Daftar Nama Menteri yang Jadi Sorotan dan Terancam Direshuffle

Gaung reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II dalam satu tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono kian berhembus kencang. Sejumlah menteri kabarnya akan di-reshuffle. Siapa saja menteri yang akan di-reshuffle juga masih tanda tanya.

Namun akhir-akhir ini sejumlah menteri kerap jadi sorotan publik. Berikut ini menteri yang belakangan menjadi sorotan publik dan apakah mereka yang akan di-reshuffle SBY-Boediono:

1. Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring
Tifatul menjadi sorotan publik ketika Februari 2010 lalu fokus mengurusi Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Penyadapan. Pro kontra muncul dan sejumlah pihak menentang RPP ini karena tidak menyentuh kepentingan masyarakat.

Kasus terbaru, soal AIDS. Di akun pribadinya @tifsembiring, Rabu (29/9/2010) sekitar pukul 09.30, Tifatul menuliskan sebagai berikut, "Kata Prof. Sujudi, mantan Menteri Kesehatan, agar mudah diingat, singkatannya adalah AIDS= Akibat Itunya Dipakai Sembarangan."

Dia pun dikritik habis ribuan follower-nya. Seorang followernya memplesetkan Menkoinfo sebagai "Menteri Kontroversi dan Disinformasi".

2. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh

Politikus Partai Demokrat ini dikritik kalangan pengusaha ketika memastikan kenaikan tarif dasar listrik (TDL)Juli lalu.

Pengusaha merasa dibohongi oleh pemerintah. Pasalnya, berdasarkan peraturan Menteri (Permen) ESDM No.07/2010, kenaikan tarif dasar listrik (TDL) hanya sebesar 10%-15%, tapi dengan perhitungan tarif listrik yang baru, ternyata kenaikan TDL menjadi 30%-80%.

Tak lama berselang, Darwin diisukan selingkuh dengan sekretaris pribadinya yang berinisal D. Dugaan skandal asmara antara Darwin dan sekretaris pribadinya itu ramai diperbincangkan di situs microblogging Twitter.

3. Menteri Perhubungan Freddy Numberi.

Kinerja menteri Numberi akhir-akhir ini dipertanyakan banyak pihak setelah tabrakan kereta api serta kecelakaan pesawat terbang yang marak dalam setahun ini.

Tak lama setelah itu, Freddy digosipkan selingkuh dengan seorang presenter perempuan TVRI, meski dibantah keras oleh Freddy. Ketika hadir dalam peluncuran bukunya di Jakarta, Sabtu (16/10/2010), Freddy tampil mesra dengan sang istri Ani Numberi.

4. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan.

Politisi PAN ini hampir setiap bulan didera isu pembalakan liar atau illegal logging yang tak kunjung usai disejumlah wilayah Indonesia.

Kasus terakhir yang membuat mantan Sekjen PAN ini membuat miris ketika dia mengklarifikasi pernyataannya soal penyebab banjir bandang di Wasior Papua Barat.

Awalnya Zulkifli bilang banjir disebabkan maraknya pembalakan liar, namun diralat setelah Presiden SBY, berdasarkan laporan BNPB melaporkan bahwa banjir disebabkan karena faktor iklim.

5. Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar.

Politisi PAN ini disorot Agustus 2010 lalu karena memberikan remisi dan asimilasi kepada Aulia Pohan Cs dan Yusuf Emir Faishal serta grasi kepada Syaukani.

Apalagi karena Aulia dikenal sebagai besan Presiden SBY yang terseret kasus suap pemilihan Gubernur Bank Indonesia.

Pekan lalu, Patrialis dikabarkan mengintervensi sebuah stasiun televisi swasta agar tidak memberitakan sebuah program investigasi "Seks di Balik Jeruji Besi" yang terkait dengan Kementerian yang dipimpinnya.

6. Menteri Perdagangan Mari E Pangestu

Mari beberapa waktu lalu disorot karena masalah kenaikan harga kebutuhan pokok yang tidak terbendung. Apalagi karena kenaikan harga itu diimbangi dengan impor barang yang begitu drastis.

Masalah razia Indomie di Taiwan yang belakangan ramai juga oleh banyak pihak disayangkan sebab informasi mengenai masalah Indomie di Taiwan sudah diperoleh Kementerian Perdagangan Juli 2010 namun entah mengapa baru mencuat sekarang. Satu yang heboh baru-baru ini, yakni masuknya lagu SBY dalam soal ujian tes CPNS di Kementerian Perdagangan.@TribunNews

Umur Berapa Perempuan Kelihatan Paling Cantik ?

Kapan terakhir kali Anda merasa percaya diri dan cantik karena aset yang Anda miliki? Aset disini adalah kecantikan secara fisik, kepribadian, kecerdasan, dan keutuhan diri Anda. Menurut penelitian, puncak perempuan merasa ia paling cantik adalah ketika ia berusia 31 tahun. Sebuah saluran televisi di Inggris melakukan sebuah polling yang melibatkan sekitar 2000 perempuan. Polling ini menanyakan kepada para partisipan mengenai feminitas dan kecantikan seorang perempuan.

Poliing ini menyatakan, perempuan berada pada puncak kecantikannya ketika ia berusia 31 tahun. Menurut para responden, para wanita yang berada pada usia tersebut, umumnya lebih cantik ketimbang perempuan berusia 19 tahun. Sebanyak 70 persen dari responden polling mengatakan, bahwa kecantikan adalah kepercayaan diri. Sebanyak 67 persen melaporkan bahwa penampilan fisik adalah faktor terbesar untuk menentukan seberapa cantik seorang perempuan.

Sementara 47 persennya mengatakan bahwa gaya seorang wanita adalah kunci untuk seseorang mendapatkan cap menari. Sue Leeson, direktur dari saluran televisi tersebut mengatakan bahwa kecantikan seutuhnya lebih dari wajah cantik, tetapi kombinasi dari rasa percaya diri, gaya, dan kepribadian.

Hasil ini justru kebalikan dari kepercayaan yang mengatakan bahwa wanita berada pada puncak kecantikkannya ketika ia masih remaja. Umumnya, di usia 31, wanita merasa lebih percaya diri ketimbang ketika ia masih berusia 20-an. Di usia ini, para wanita sudah memiliki banyak pengalaman, memiliki persepsi diri yang kuat, dan memiliki hubungan yang kuat dengan orang lain.

Thursday, October 14, 2010

The dinosaur age may become extinct due to global warming

Extinction of dinosaurs in New Zealand caused by global warming. Several types of extinct reptiles. It has survived ice ages, volcanic eruptions and the intrusion of humans on its South Pacific island home, but New Zealand's last survivor of the dinosaur age may become extinct due to global warming.

Mounted with spiny scales from head to tail and covered by rough, grey skin that disguises them among the trees, the tuatara is one of the world's oldest living creatures.

But the lizard-like reptile is facing increasing risk of extinction from global warming because of its dependency on the surrounding temperature which determines the sexes of unborn young while still in their eggs.

"They've certainly survived the climate changes in the past but most of them (past climate changes) have been at a more slower rate," said Jennifer Moore, a Victoria University researcher investigating the tuatara's sexual behaviour.

"So you wouldn't expect these guys to be able to adapt to a climate that's changing so rapidly."

The sex of a tuatara depends on the temperature of the soil where the eggs are laid. A cooler temperature produces females, while a warmer soil temperature results in male offsprings. [source]

Saturday, June 12, 2010

Human activities are warming the planet at a dangerous rate

By Juliet Eilperin

An international panel of climate scientists said yesterday that there is an overwhelming probability that human activities are warming the planet at a dangerous rate, with consequences that could soon take decades or centuries to reverse.

The Intergovernmental Panel on Climate Change, made up of hundreds of scientists from 113 countries, said that based on new research over the last six years, it is 90 percent certain that human-generated greenhouse gases account for most of the global rise in temperatures over the past half-century.

Declaring that "warming of the climate system is unequivocal," the authors said in their "Summary for Policymakers" that even in the best-case scenario, temperatures are on track to cross a threshold to an unsustainable level. A rise of more than 3.6 degrees Fahrenheit above pre-industrial levels would cause global effects -- such as massive species extinctions and melting of ice sheets -- that could be irreversible within a human lifetime. Under the most conservative IPCC scenario, the increase will be 4.5 degrees by 2100.
ad_icon

Richard Somerville, a distinguished professor at the Scripps Institution of Oceanography and one of the lead authors, said the world would have to undertake "a really massive reduction in emissions," on the scale of 70 to 80 percent, to avert severe global warming.

The scientists wrote that it is "very likely" that hot days, heat waves and heavy precipitation will become more frequent in the years to come, and "likely" that future tropical hurricanes and typhoons will become more intense. Arctic sea ice will disappear "almost entirely" by the end of the century, they said, and snow cover will contract worldwide.

read more www.washingtonpost.com

Wednesday, May 26, 2010

Global warming and evolution

You can see that there's practical value in learning more about Global warming and evolution. Can you think of ways to apply what's been covered so far?

The battle over the science of global warming has long been a street fight between mainstream researchers and skeptics. But never have the scientists received such a deep wound as when, in late November, a large trove of e-mails and documents stolen from the Climatic Research Unit at Britain's University of East Anglia were released onto the Web.

In the ensuing "Climategate" scandal, scientists were accused of withholding information, suppressing dissent, manipulating data and more. But while the controversy has receded, it may have done lasting damage to science's reputation: Last month, a Washington Post-ABC News poll found that 40 percent of Americans distrust what scientists say about the environment, a considerable increase from April 2007. Meanwhile, public belief in the science of global warming is in decline.

The central lesson of Climategate is not that climate science is corrupt. The leaked e-mails do nothing to disprove the scientific consensus on global warming. Instead, the controversy highlights that in a world of blogs, cable news and talk radio, scientists are poorly equipped to communicate their knowledge and, especially, to respond when science comes under attack.
ad_icon

A few scientists answered the Climategate charges almost instantly. Michael Mann of Pennsylvania State University, whose e-mails were among those made public, made a number of television and radio appearances. A blog to which Mann contributes, RealClimate.org, also launched a quick response showing that the e-mails had been taken out of context. But they were largely alone. "I haven't had all that many other scientists helping in that effort," Mann told me recently.

This isn't a new problem. As far back as the late 1990s, before the news cycle hit such a frenetic pace, some science officials were lamenting that scientists had never been trained in how to talk to the public and were therefore hesitant to face the media.

"For 45 years or so, we didn't suggest that it was very important," Neal Lane, a former Clinton administration science adviser and Rice University physicist, told the authors of a landmark 1997 report on the gap between scientists and journalists. ". . . In fact, we said quite the other thing."

The scientist's job description had long been to conduct research and to teach, Lane noted; conveying findings to the public was largely left to science journalists. Unfortunately, despite a few innovations, that broad reality hasn't changed much in the past decade.

read more www.washingtonpost.com

Thursday, May 20, 2010

Global warming in a snowstorm

You can see that there's practical value in learning more about Global warming in a snowstorm. Can you think of ways to apply what's been covered so far?

The dead of winter – especially this winter with its massive snow storms in the eastern United States – is not the easiest time to make the case for global warming. Short-term weather events and long-range climate change are not the same thing, of course, but it’s hard to separate them in the public’s mind.

But it’s even harder these days to convincingly argue that climate change is a reality.

“Gloomy unemployment numbers, public frustration with Washington, attacks on climate science, and mobilized opposition to national climate legislation represent a ‘perfect storm’ of events that have lowered public concerns about global warming even among the alarmed,” says Anthony Leiserowitz, director of the Yale Project on Climate Change.

Yale and George Mason University recently polled on the question. Since 2008, the number of people who don’t believe global warming is happening has more than doubled to 16 percent. At the same time, those “alarmed” at the prospect of climate change has dropped from 18 percent to just 10 percent, and those who say they’re “concerned” has dropped from 33 percent to 29 percent.

As often happens, shifting attitudes change the political dynamic.

At the environment web site Grist, Amanda Little writes, “Sen. James Inhofe (R) of Oklahoma, one of the world’s most vociferous climate skeptics, is practically giddy these days.”

In the wake of recent scandals and heightened criticism of climate scientists, Inhofe is leading the charge against the Intergovernmental Panel on Climate Change. The IPCC shared the Nobel Peace Prize in 2007 with former Vice President Al Gore.

“There is a crisis of confidence in the IPCC,” Inhofe said in a Senate speech earlier this month. “The challenges to the integrity and credibility of the IPCC merit a closer examination by the US Congress.”

Read more www.csmonitor.com

By Brad Knickerbocker