Showing posts with label PELITA JAYA. Show all posts
Showing posts with label PELITA JAYA. Show all posts

Friday, August 3, 2012

Pelita Jaya Tidak Lepas Greg dan Igbonefo ke Timnas


Niat PSSI menyertakan dua pemain naturalisasi klub Pelita Jaya: Greg Nwokolo dan Victor Igbonefo di timnas U-23 plus untuk menghadapi Everton di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (20/7), dipastikan menemui hambatan. Pasalnya, Pelita Jaya enggan melepas pemainnya apabila diminta PSSI di bawah komando Djohar Arifin Husin.

"Pelita Jaya akan melepas pemain ke timnas apabila ada surat dari Joint Committee atau Komite Bersama. Artinya, mereka yang meminta," kata Lalu Mara Satriawangsa, Jumat (20/7).

Menurut Lalu Mara, keputusan ini diambil karena saat ini tugas dan wewenang PSSI termasuk pemanggilan pemain ke timnas sepenuhnya berada di Komite Bersama. Dengan begitu, segala yang dilakukan Djohar cs. pun tidak bisa dibenarkan termasuk memanggil pemain untuk masuk ke timnas.

"Kami juga menegaskan bahwa sampai saat ini masih mengakui PSSI bentukan KPSI, bukan PSSI Djohar," jelas Lalu.

Manejer Pelita Bantah Soal Kabar Merger Deltras dengan Pelita Jaya


Dua klub Indonesian Super League (ISL), Pelita Jaya dan Deltras Sidoarjo, diisukan akan melakukan merger. Akan tetapi hal tersebut disangkal oleh manajer kedua klub tersebut.
Latar belakang isu merger tersebut adalah Deltras kerap mengalami kesulitan keuangan, sedangkan mereka dan Pelita Jaya sama-sama didanai oleh perusahaan Bakrie.
Lebih jauh, isu itu menyebutkan bahwa nantinya klub “baru” itu akan berbasis di Sidoarjo. Pelita Jaya kerap berpindah-pindah home base, mulai dari Jakarta, Solo, Cilegon, Purwakarta, dan sejak dua tahun lalu di Karawang.
“Tidak benar. Tidak ada pembahasan sama sekali mengenai hal itu. Tidak ada bayangan sama sekali. Hanya isu saja,” ujar manajer Pelita Jaya, Lalu Mara, saat dihubungi Jumat (20/7/2012).
Sementara Manajer Deltras Sidorajo Mafirion Syamsudin mengatakan dirinya malah tidak mengetahui sama sekali kabar tersebut.
“Saya tidak tahu sama sekali. Tidak lah, itu tidak benar,” tukas Mafirion.
(dtc/a2s)

Friday, July 20, 2012

Deltamania Tantang Merger Deltras dengan Pelita Jaya


Niat Pelita Jaya untuk melakukan merger dengan Deltras Sidoarjo mendapat perlawanan. Pendukung setia Deltras, Deltamania dengan keras menolak rencana Pelita Jaya tersebut. Bahkan, mereka berikrar akan berusaha sekuat tenaga biar merger tersebut tidak terealisasikan.
Koordinator Deltamania, Saiful Baqirok mengatakan tidak ada kamus merger dalam cerita Deltras saat ini. Apalagi, rencana tersebut diusung Pelita Jaya yang memiliki rekam sejarah yang buruk.
"Kami sudah tahu kedoknya Pelita Jaya, mereka terkenal bukan tim yang loyal bagi daerah," kata Baqirok, kemarin (19/7).
Menurut dia, Pelita Jaya adalah tim nomaden yang terkenal sebagai tim dengan markas yang berpindah-pindah. Itu terbukti, dalam kurun waktu yang tidak mencapai sepuluh tahun, The Young Guns"julukan Pelita"telah berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain sebanyak lima kali
Ya, awalnya, pada awal 2000 dengan nama Pelita Solo, tim yang disponsori penuh Bakrie itu mengambil home base di Stadion Manahan Solo. Dua tahun kemudian, tim tersebut berubah menjadi Pelita Jaya Krakatau Steel dengan dan berganti markas ke Cilegon, Jawa Barat.
Di Cilegon, Pelita Jaya hanya bertahan empat tahun, setelah itu hijrah ke Purwakarta dengan nama Pelita Jaya Purwakarta dan ber-home base di Stadion Purnawarman, Purwakarta sejak 2006-2007. Tak cukup di situ, dengan nama Pelita Jabar mereka pernah memanfaatkan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung selama musim 2008-2009.
Nah, bila merger dengan Deltras sukses, maka nama yang akan digunakan adalah Pelita Deltras. "Seandainya saja merger itu ditempuh, maka kami (Deltamania, Red) akan berontak di Sidoarjo. Kami akan melakukan perlawanan sampai titik darah penghabisan," ujar Baqirok.
Dia menambahkan, meskipun Deltras telah terdegradasi ke Divisi Utama PT Liga Indonesia, Deltamania tetap setia mendapingi tim dengan julukan The Lobster itu. Sebagaiaman diketahui Deltras terdegradasi setelah hanya berada di peringkat 17 dengan koleksi 35 poin. (dik)