Showing posts with label PSMS. Show all posts
Showing posts with label PSMS. Show all posts

Saturday, July 21, 2012

Meriahkan Bulan Puasa , Eks Pemain PSMS Buat Turnamen


Eks bintang PSMS punya cara sendiri untuk menyambut bulan suci Ramadan. Ya, rencananya mulai 26 Juli ini mereka akan menggelar turnamen sepak bola di Lapangan Arhanudse atau Lapangan Boca Junior Titi Kuning Jalan AH Nasution Medan yang bertajuk Sensasi Muda Cup 2012.

Ajang ini diikuti delapan tim yang terdiri dari beberapa mantan bintang PSMS. Di samping menyambut puasa, even ini juga digelar sebagai ajang temu kangen dan mengisi libur kompetisi.

“Kami ingin tetap eksis meski kompetisi sedang libur. Kami juga ingin menyambut bulan suci Ramadan dengan kegiatan positif,” terang Andika Yudistira, Ketua Panitia Sensasi Muda Cup kemarin.
“Lebih dari itu, kami juga ingin tetap membina dan menyalurkan bakat sekaligus menjalani silaturahmi pesepakbola Medan,” tambahnya.

Adapun tim yang ikut serta adalah, SAM FC yang terdiri dari panitia seperti Andika Yudistira, Aun Carbiny, Herman Batak, Novianto, Niko Susanto, Jeki, Dodi, Ichsan Lubis. “Legimin dan Mahyadi mungkin juga ikut gabung,” timbal Aun Carbiny.
Lalu ada Markus and Friends yang dihuni skuad Makus Horison, Agus Cima, Irwanto, Juanda Mayadi dan Ari Yuganda.

Ada juga Putra Buana yang bakal diperkuat Donny Fernando Siregar. Lalu Tim Kinantan Starazzi yang bakal diperkuat pemain PSMS IPL. Tim dari luar kota juga dikabarkan ikut serta, tepatnya Domom Grup dari Riau. Lalu ada Bintang Johor dan TGM.

Tak lupa, Saktiawan Sinaga, Affan Lubis, Heri Suwondo, Alamsyah dan mantan pemain Medan Jaya juga dikabarkan turut serta.
Sementara itu gelandang Donny Fernando Siregar menyambut positif turnamen ini. Gelandang yang akan memperkuat Putra Buana ini mengatakan gelaran ini sangat positif untuk mengisi liburan pasca berakhirnya kompetisi. “Selama ini kita terpisah-pisah. Waktu libur kompetisi ini waktu yang sangat baik,” katanya. (mag-18/ful)

Sama - Sama Terjun Bebas ke Degradasi , PSMS Sulit Disatukan


Dua kompetisi tertinggi di tanah air sudah menuntaskan seluruh laganya. Kehadiran Indonesian Super League (ISL) dan Indonesia Premier League (IPL) 2011/2012 yang turut menyeret PSMS ke dalam dualisme, menjadi potret buruk sepak bola Kota Medan. Sebuah niatan kini tengah diapungkan lewat komite bersama untuk meleburkan dua kompetisi menjadi satu musim depan. Lantas, bagaimana nasib PSMS ke depan?
Kenyataannya, nasib duo PSMS nyatanya berakhir tragis. Skuad PSMS ISL dan IPL sama-sama terjerembab ke jurang degradasi. Miris melihat kenyataan keduanya mendapat tiket gratis ke kasta utama. Logika sederhananya, jika kompetisi di Indonesia nanti hanya satu, otomatis PSMS pun juga hanya satu.

Namun, dua manajemen yang pecah di bawah kendali Idris (ISL) dan Freddy Hutabarat (IPL), masih malu-malu untuk berbicara soal nasib PSMS ke depan. CEO PSMS ISL, Idris mengatakan, belum ada pembicaraan soal hal itu. Namun menurutnya, ada sebuah keuntungan jika PSMS bersatu. Yakni dalam pengadaan sponsor yang selama ini disebut Idris enggan mendekat karena dualisme di kubu PSMS.

“Nantinya kalau PSMS jadi satu, saya yakin sponsor akan datang. Dengan keberadaan dua PSMS seperti saat ini, sponsor akan berpikir. Begitupun kalau dinilai mana yang lebih baik, masyarakat yang bisa menilai. Persentase siapa yang banyak ditonton,” katanya dalam perbincangan beberapa waktu lalu.

Begitupun, harusnya Idris selayaknya merasa lebih baik. Skuad PSMS ISL masih bermasalah dengan penunggakan gaji pemain selama lima bulan. Selain itu tindakan tak profesional dengan salah membeli tiket saat skuad harusnya melakoni laga tandang kontra Persiram Raja Ampat juga menjadi “dosa” manajemen. Sama buruknya dengan PSMS IPL yang juga bermasalah dengan gaji dan kegagalan tim berangkat ke Surabaya yang berakhir dengan WO.
CEO PSMS IPL, Freddy Hutabarat juga mengeluarkan pernyataan senada menyoal manfaat jika PSMS nantinya kembali menjadi satu. “Sebenarnya kami menyadari kalau satu itu lebih bagus. Apalagi lebih gampang cari sumber pendanaan. Artinya, kendala keuangan dapat diatasi dengan mencari pemain-pemain berkualitas,” katanya.

Freddy mengakui, masih rumitnya proses penyatuan yang dianggapnya tidak semudah membalikkan telapak tangan. “Kompetisi kan masih digodok. Kami rasa tidak sulit untuk memenuhi lima aspek ketentuan klub profesional, yang pasti, PSMS harus satu,” beber Freddy lagi.

Tidak hanya kedua kubu. Pemain pun sudah merasa jengah dengan konflik yang ada di kubu PSMS. Asa pun ditiupkan agar nantinya PSMS tak lagi pecah menjadi dua. “Saya sih sebagai pemain PSMS berharap PSMS mau bergabung. Karena kalau satu pasti lebih kuat. Tapi kembali ke pengurusnya. Kalau niatnya memajukan PSMS pasti akan dilakukan,” kata striker PSMS ISL, Nico Malau. (mag-18)